Kebiasaan Baru Akibat Virus Corona
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3041536/original/027434700_1580873259-Virus-Corona.jpg)
Sumber: liputan6.com
Mungkin pembaca sudah sering
mendengar virus baru yang saat ini menjadi trending topik di beberapa media
penyiaran Indonesia, yaitu Virus Corona. Bahkan kabarnya, sudah 90 kasus pasien
yang telah positif menderita virus yang dijuliki Covid-19 ini.
Hingga hari ini, media-media tidak
berhenti mengabarkan perkembangan virus tersebut, khususnya di Indonesia.
Selain itu dari sejumah kabar yang beredar, penularan virus ini sangat cepat
antar satu hingga dua hari saja.
Bukan hanya itu , kabarnya belum ada
obat penawar bagi sang penderita untuk bisa sembuh. Sehingga membuat beberapa
lembaga pendidikan juga ada yang diliburkan, akibat wabah penyakit baru
tersebut.
Demi keselamatan diri, sejulah
mayarakat berusaha dan berbondong-bondong membeli masker, berharap agar tidak
tertular virus . Namun, hal itu malah
dimanfaatkan oleh sejumlah oknum demi meperoleh keuntungan, yakni malalui penimbunan masker.
Selain itu, juga terdapat upaya
menghindari sentuhan langsung terhadap
penderita. Seperti yang dilakukan Mentri Keuangan Republik Indonesia
(RI) Srimulyani dan mantan Presiden RI Jusuf Kalla, membuat pubik heboh. yaitu berjabatan tidak menggunakan telapak tangan,
tetapi menyentuhkan masing-masing siku. Kabarnya sih bentuk salaman anti
corona.
Meski hal tersebut terkesan sedikit
anah, tetapi mereka berusaha memberikan sedikit pemahaman agar kita terhindar
dari virus tersebu. Sebab, cara itu dianggap
mampu menghindarkan diri, supaya tidak bersentuhan langsung dengan
penderita yang belum terdeteksi. Sehingga, dirasa sedikit menghambat penyebaran
virus asal cina ini.
penulis bayangkan, jika virus ini belarut-larut
tidak kunjung ditemukan obatnya. Maka perlahan-lahan kebiasaan masyarakat akan
berubah, seperti selalu bermasker saat beraktivitas, berjabat tangan dengan
siku, dan mungkin kedepannya ada
kebiasaan yang lebih konyol.
Maka dari itu, penulis berharap
supaya pemerintah lebih giat dalam penanganan virus ini, dengan meningkatkan
sistem krantiana bagi penderita. Syukur-sukur kalau bisa, sesegera mungkin
mencari penawarnya, agar masyarakat tidak mengalami trauma.
Namun jangan lupa, selalu melaporkan
perkembangan tentang Virus Covid-19 ini kepada publik, agar masyrakat
memperoleh pemahaman, sehingga mampu bersiaga dalam menghadapi segala situasi
yang akan terjadi.[]
Oleh: Imam Nawawi
Post a Comment